Wednesday, September 26, 2007

Belajar Menahan Pahit dari Pocahontas

Semasa gw SD gw pernah nonton film kartun judulnya Pocahontas. Or judul lainnya "The New World". As I realized when I became adult, this is not a movie for kids. Ini murni sebuah Film cinta segitiga antara Captain Smith, Pocahontas, dan John Rolfe. Seinget gw yang waktu itu belum tau banyak tentang lika liku hubungan percintaan antara pria dan wanita, gw udah felt the emotions. Gw inget, gw nangis kok nontonnya. Kayaknya karena gw kasihan sama John Rolfe. 

Resensi Singkat Film:

Alkisah, Pocahontas jatuh cinta sama Captain Smith. Trus Captain Smith harus pergi demi tugas, dan (secara nggak gentle) Captain Smith meminta temannya untuk ngasih tau Pocahontas kalo dia pergi dan mati tenggelam di laut. Intinya Captain Smith nggak mau Pocahontas nunggu.

Pocahontas sedih dan hancur saat tau kabar kematian Captain Smith. Pocahontas jadi kehilangan warna dan makna hidup.

Pocahontas mulai bisa tersenyum dan melupakan luka karena pertolongan dan kesabaran seorang pria lain: John Rolfe. Setelah menikah dengan John Rolfe dan punya anak satu, Pocahontas ngerti kalo Captain smith itu sebenernya masih hidup. Goyahlah cinta pelariannya Pocahontas ke John Rolfe.

Tapi John Rolfe benar-benar pria sejati, meminjam bahasa novel ala ala Jane Austen: Pria bermartabat.
Dengan segala cintanya ke Pocahontas, John Rolfe ngundang Captain Smith ke rumahnya, mencoba mempertemukan dan mempersatukan Pocahontas dengan kekasih sejatinya, Captain Smith.

Yah endingnya bisa ditebak, Pocahontas meninggalkan si oncom Captain Smith, first love dia, dan lebih memilih suaminya: John Rolfe.

Alamak! Anak SD disuguhi film beginian. Emotional Quotient gw bergejolak.

Gw berandai-andai jadi Pocahontas, berat banget. Dihadapkan pada dua pilihan: cinta atau balas budi. Well, ending film itu, gw masih kecil untuk paham why finally Pocahontas memutuskan untuk memilih John Rolfe. 

Apa karena anak, apa karena balas budi, apa karena cinta yang tak kasat mata.

Yang pasti, saat itu gw udah diajarin berpikir, life is always about choosing. Right or Left, North or South, West or East, Jupiter or the stars. And from this Pocahontas experiences, better choose whatever makes you not only happy, but also feels shaded. Teduh.

Ada monolog dari Mba Pocahontas yang menarik, saat dia merasa nggak merasakan cinta buat si John Rolfe, namun faktanya sebenernya Pocahontas menyayangi John Rolfe.

Mother, why can I not feel as I should? I must?
once false, I must not be again, please take out the thorn
he (John Rolfe) is like a tree,
he shelters me, I lie in his shade,
can I ignore my heart?

Walaupun masih SD, I did cry, without knowing why I felt that kind of emotions. Kenapa rasanya pahit tapi indah dan melegakan?

Beratus-ratus purnama kemudian gw baru menyadari, life is bitter. Tapi gw udah belajar nahan pahitnya pilihan hidup ya gara-gara film Pocahontas yang gw tonton pas SD ini. Haha. Ironic. Universe really works in misterious way.[]

No comments: