Saturday, March 3, 2007

Tentang Kekuatan

Sungai yang diarungi dapat membuatmu kuat.
Tapi sungai yang hanya kamu pandangi,
hanya akan melemahkan hati.

Sunday, February 25, 2007

Untittled

Seperti air mengalir katamu?
mengalir seperti jua anganmu tak henti.

berhentilah disini.. dihatiku,
jika kau mau.[]

Monday, February 19, 2007

Esensi Menjadi Manusia

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan,
Orang juga akan melupakan apa yang kamu lakukan.

Tapi, orang tak akan pernah lupa bagaimana kita membuat mereka merasa berarti.[]

Thursday, February 15, 2007

My Primitive World

Baru beberapa minggu belakangan, gw mengenal pria perenung ini. He's way too complicated, mostly in translating language, symbols, enigma, and expressions. His brain wave is just unusual. 

Pria ini pernah bilang sama gw: "Jiwamu bervibrasi di satu titik dalam lintasan domain pikir yang kamu ciptakan sendiri. Semua bisa mutlak dan nisbi. Makanya kamu berbeda sama orang-orang kebanyakan."

Dia juga pernah bilang: "Waktu hati ingin menumpahkan ekstase, tangan jadi terlalu lambat untuk ngetik sms."

Dia juga pernah bilang "Ah, buatku itu cuma redaksi pujian standar, coba tolong dibuat formula pujian lain yang lebih berkelas dan sophisticated."

Gw inget, bapak gw pernah cerita kalo orang melayu/jawa ningrat jaman dulu, kalo ngomong selalu satir. Berpuisi. Berima. Sama juga seperti orang-orang Cina di film-film kekaisaran yang gw tonton, selalu pakai perumpamaan. Secara cultural, orang dulu memang rupanya kalau berbahasa nggak pernah lugas dan langsung. Bahasa yang terlalu lugas dan langsung dianggap tidak indah, tidak indah means informal dan tidak berbudi luhur, tidak menunjukkan sebuah etika ningrat/etika royal clubs.

Ilmu komunikasi ini terbilang kuno, tentang bagaimana manusia bisa merangkai kata/sindiran terburuk sekalipun dengan sangat indah dan sopan lewat satir-satir dan kumpulan kosakata yang dirangkai sedemikian elok untuk mempertontonkan budi pekerti luhur. 

Ah, ini definetely 180 degree berbeda sama gw. Gw 125% lugas dan stright forward. Gw nggak tau perbedaan bahwa dichotomy utopis-realistis dipakai untuk domain sosial problem solving atau domain art appreciation. Gw juga nggak butuh ngebahas gimana cara ngatur pattern to construct karakter sejati gw.

Untung gw hidup di jaman sekarang. Jadi nggak terlalu pusing untuk menginterpretasikan sindiran-sindiran atau satir-satir yang dijalin dengan indah (padahal isinya kejulidan/sinism aja). 

Hidup gw simple. Ngga usah capek bernarasi yang indah-indah, mending ngopi, boleh single origin Ciwangi atau Wamena Siphone, sambil memandangi rintik gerimis di senja biru ungu yang dihiasi semburat garis pink dan oranye, lalu nyetel lagu "The Very Though of You"-nya Janet Saidel yang lamat-lamat mengisi udara semanis jingga. 

Hm, spending hours without doing nothing yet loving it. 
Welcome to my primitive world.[]